Menjadi orangtua di zaman belum ada teknologi internet, tentu sangat berbeda dengan zaman sekarang. Dahulu orangtua berpikir bermain game hanya membuat anak malas belajar dan tidak berprestasi. Kini, semuanya berubah. Bermain game jika ditekuni dan berada di jalur yang tepat justru membuahkan prestasi bagi anak. Ekosistem digital IndiHome ada sebagai jembatan sekaligus wadah dalam mengembangkan prestasi tersebut.
Bermain Game Era Sebelum Internet
Masih teringat ketika saya masih duduk di bangku sekolah dasar, selain permainan tradisional, generasi saya sudah mengenal gamewatch. Mainan berukuran 20cm x 10cm dengan layar monokrom, dengan beberapa tombol di bawahnya, dan menggunakan baterai. Andalan game pada masa itu tentu saja, tetris. Dulu, kalau main game berebut dengan kakak dan sepupu. Saya ingat sekali, agar tidak berebut maka orangtua membatasi hanya boleh main per jam untuk 1 anak, baru bergantian anak yang lain.
Setelah masa tetris lewat, muncul lagi game Super Mario Bros dan Pokemon yang dibuat oleh perusahaan teknologi Nintendo. Nintendo merupakan konsol game yang terkoneksi dengan televisi yang booming pada tahun 90-an. Setelah itu muncul lagi game Sonic dari perusahan game Sega dan terakhir, Playstation yang cukup lama merebut tempat di hati masyakarat. Saya pun beranjak dewasa dan semakin jarang bermain game.

Jika dahulu anak yang hobi bermain game mendapatkan stereotip anak yang malas belajar, terlambat mandi, terlambat makan karena terlalu asyik main game. Oleh karenanya orangtua selalu membatasi anak main game, termasuk orangtua saya. Namun, saat ini teknologi semakin canggih dan ekosistem digital sudah terbentuk. Maka, ketika sekarang saya berlangganan IndiHome, Internet untuk Keluarga, bermain game lebih interaktif karena dapat bermain dengan banyak pemain sekaligus. Pilihan game pun sangat beragam sesuai dengan minat masing-masing penggunanya. Anak-anak kini dengan mudah bermain game langsung dari tablet atau smartphone.
Peran Penting Orangtua
Saat seorang anak cukup mahir dan menunjukkan minat bermain game, orangtua tidak perlu buru-buru melarang anak bermain game. Sebagai orangtua, saya harus tahu game apa yang sedang dia mainkan. Apakah sesuai dengan usianya atau tidak. Game seperti Minecraft ternyata bagus juga untuk anak-anak usia SD. Anak saya belajar banyak kosakata bahasa Inggris melalui game ini. Beruntung IndiHome yang merupakan internet untuk keluarga sangat mengakomodasi kebutuhan keluarga akan internet cepat, seperti bermain game.

Selain mendampingi anak bermain game, orangtua juga perlu menerapkan disiplin waktu. Membatasi waktu penting karena anak-anak masih dalam tahap berkembang baik otak dan tubuhnya. Jadi, perlu waktu tidur dan istirahat yang cukup agar stamina tetap terjaga.
Perkembangan infrastruktur digital yang luar biasa melahirkan fenomena e-sports yang tak bisa dihindari. E-sport layaknya olahraga pada umumnya, juga mempunyai resiko. Bermain game dalam jangka panjang menyebabkan efek buruk, terutama pada mata. Ada juga remaja yang mengalami cedera di bagian pergelangan tangan, jari, leher dan punggung. Oleh karenanya, penting bagi orangtua untuk menjaga kedisiplinan waktu dan gaya hidup sehat pada anaknya.
Ketika anak semakin besar, dan orangtua mengizinkan untuk menjadi pemain game profesional, maka anak perlu berlatih game tiap hari selama beberapa jam. Hal ini tak akan menjadi masalah jika menggunakan IndiHome, internet untuk keluarga. IndiHome memiliki kelebihan kecepatan internet unlimited mencapai 300 Mbps. Selain kencang juga stabil dan tahan cuaca buruk. Tak akan jadi soal ketika dipakai seluruh anggota keluarga di waktu bersamaan. Seperti, ketika anak bermain game, ibu butuh untuk melihat video cara memasak di Youtube, dan Ayah perlu untuk menonton film.
Saat ingin menekuni game e-sport anak butuh skill berupa kerjasama antar tim dan komunikasi antar pemain. Skill-skill lain adalah keterampilan gerak tangan dan mata agar cepat menentukan keputusan. Inilah yang perlu diasah setiap hari. Jika orangtua mau memahami minat anak, tentu membuat anak semakin percaya diri.
Program LEAD by IndiHome
Melihat ekosistem digital dan e-sports yang makin tumbuh berkembang di Indonesia, Telkom Group dan IndiHome dengan tanggap meluncurkan sebuah program Limitless Esports Academy atau LEAD by IndiHome. Program ini merupakan pusat pengembangan atlet e-sport untuk komunitas dan antusias gamer dengan semangat #BerlatihTanpaBatas.

LEAD by IndiHome mengusung konsep Athlete Enablement yang fokus pada proses pendidikan player yang bermula hanya hobi menjadi player e-sport dengan mental seorang atlet. Mental atlet adalah mau berjuang, menghargai proses dan sportif. Kehadiran program LEAD by IndiHome diharapkan dapat melahirkan atlet-atlet e-sport Indonesia yang mampu berkiprah di kancah Internasional.
Harus diakui, perkembangan ekosistem digital terutama game memang luar biasa. Orangtua kini tak perlu bimbang ketika anaknya bermimpi menjadi pemain e-sport professional. LEAD by IndiHome bisa menjadi jawaban atas keingintahuan masyarakat akan ekosistem digital e-sport. Gamer bukan hanya sebatas hobi, tapi bisa menjadi sebuah profesi yang juga bermanfaat bagi masyakarat Indonesia.
Jika anak sudah dirasa jago bermain game, orangtua bisa mengikutsertakan anaknya kompetisi LEAD National Series (LNS) yang digelar di berbagai kota di Indonesia. Ini adalah turnamen eSports game Free Fire, Mobile Legends dan Minecraft kelas nasional yang memperebutkan total hadiah mencapai Rp100 juta!
Data terbaru, e-sport sudah diakui sebagai salah satu cabang olahraga. Bisnis e-sports merupakan bisnis yang bernilai ratusan juta dollar. Saat ini atlet e-sports profesional bahkan mendapatkan tunjangan dan asuransi kesehatan layaknya pekerja pada umumnya. Belum lagi jika mendapatkan endorsement jika aktif di sosial media.
Berbagai turnamen e-sports juga diadakan antar negara dan ditonton lebih dari 500 juta orang dari seluruh dunia. Terlebih lagi, saat pandemi ini e-sports naik daun menjadi satu-satunya olahraga dapat dilakukan sendiri, karena adanya aturan sosial distancing.
LEAD by IndiHome adalah jembatan dan wadah bagi anak-anak pemain game ini untuk dididik menjadi pemain e-sport profesional. Tentunya dengan memanfaatkan internet untuk keluarga, IndiHome.
Sumber:






















